Percaya sama yang namanya cinta pada pandangan pertama? Hmmm kalo aku disini lebih main feeling, kalau sudah didapat jantung yg berdegup semakin kencang, aku tau disitu aku jatuh cinta. Yah itulah yang aku rasakan saat pertama kali berkenalan dengannya.
Cowok ini satu kantor dengan ayah, bekerja di salah satu kontraktor BUMN. Biasa, pembicaraan para bapak-bapak dikantor itu, coba-coba jadi mak comblang, akhirnya dipertemukanlah aku dengan cowok ini, hey nama tenarnya mas boy. Gak usah tanya lg kenapa bisa mas boy? Yup tentunya karena dia tipikal cowok yang banyak ditempelin cewek-cewek.
Kami pun akhirnya jadian tuh, cuit cuit, inget awal-awal aku jadian sama mas boy, bah, ada perempuan yang kirim sms ke hp mas boy, bilang "makasiy yah buat dinda yang sudah rebut pacar gue". Okay, jadi ternyata cowok gw ini tipikal playboy kelas teri, dia gak enakan bilang ngga sama perempuan yang ngejar dia. Capeek deh.. Bah bah..
Dua bulan pacaran ternyata sudah meyakinkan mas boy untuk melamar aku, tanpa basa basi dia melakukan pembicaraan serius itu dengan kedua ortuku. Yah sebenernya ironi sekali, memang ini mungkin yang namanya kalau jodoh gak kemana. Pengalaman aku dulu, pernah pacaran sekian lama tapi berakhir begitu saja, karena yang tadi itiu, kemana perginya degup jantung yang memburu. Co cweet...
Akhirnya 5 bulan setelah berkenalan, kami berdiri di pelaminan, jadi raja dan ratu semalam, sambil nahan beratnya konde.. Puk, untungnya kita gak lahir di jaman dulu yah, yang sedang trend berkonde gede-gede. Malamnya, Hmmm... Seperti biasa namanya pengantin baru pasatinya mau berduaan, tapi bah sekali lagi bah, anak tetangga yang sering main denganku (main PS bareng), gak ngerti banget, ketuk-ketuk pintu terus minta ikut masuk kamar pengantin, gubrak, akhirnya malam itu diisi dengan pertunjukkan bocah itu menyanyi2, cerita cowok-cowok di TKnya, and so on, sampai akhirnya dia tidur, dan aku pun tertidur.
No comments:
Post a Comment